INFO
Penutupan Bandara Kewenangan Ditjen Kemenhub

Penutupan Bandara Kewenangan Ditjen Kemenhub

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Angkasa Pura II, Siswanto masih belum mau menanggapi usulan penutupan sementara Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dari Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran sebagai solusi untuk mencegah penyebaran corona virus disease (Covid-19).

Menurut Siswanto sesuai surat Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor HK.104/3/1/DRJU.KUM-2020, keputusan buka atau tutup bandara berada di kewenangan Ditjen Perhubungan Udara.

“Pada prinsipnya PT Angkasa Pura II selaku operator bandara akan mengikuti keputusan Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator penerbangan sipil di Indonesia,” tutur Siswanto melalui pesan WhatsApp, Minggu (29/3/2020).

Dia menuturkan keputusan buka atau tutup bandara tentu harus diperhitungkan secara matang oleh berbagai pihak (stake holder) dengan melihat peran suatu bandara disuatu wilayah.

“Khusus Bandara Tjilik Riwut, sampai saat ini masih beroperasi normal melayani penerbangan. Tapi bila ada kebijakan terbaru dari Kemenhub terkait operasional bandara, maka sudah pasti kami akan jalankan,” tegasnya.

Diketahui, sejak 24 Maret 2020, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan surat penutupan bandara atau pembatasan penerbangan yang ditukuan kepada 10 kepala otoritas bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, Bandara Juanda, Bandara Ngurah Rai, Bandara Hasanuddin, Bandara Minangkabau, Bandara Sepinggan, Bandara Sam Ratulangi, Bandara Rendani, dan Bandara Mopah.

Dalam surat edaran ini pihak Kementerian Perhubungan akan mengakomodasi usulan penutupan sementara dari pemerintah daerah, tapi terlebih dulu harus disampaikan ke Dirjen Perhubungan Udara dan harus disosialisasikan kepada badan usaha angkutan udara maupun pengguna jasa penerbangan sebelum pembatasan penerbangan diberlakukan. (MC. Isen Mulang/yk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*