INFO

Perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi di Istana Isen Mulang

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Umat Hindu di Kota Palangka Raya merayakan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di halaman Istana Isen Mulang, Jumat (21/4/2017) pukul 18.30 WIB.

Bagi umat Hindu Dharma dan Kaharingan, perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi tahun ini sangat istimewa, kerena baru pertama kalinya diselenggarakan di Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran.

Selain dihadiri gubernur turut hadir dalam acara Dharma Santi ini Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, H Agustiar Sabran, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, I Ketut Widya, para damang, mantir, dan tokoh Hindu Dharma dan Kaharingan.

Dalam laporannya ketua panitia yang juga menjabat Dirreskrimum Polda Kalteng, Kombes Gusde Wardana menjelaskan pelaksanaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi ini didasarkan atas keputusan bersama Majelis Besar Hindu Kaharingan dan Parisada Hindu Dharma.

Bagi Kombes Gusde, terselenggaranya acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi di Istana Isen Mulang ini merupakan momentum bersejarah yang membuat umat Hindu berbahagia, karena tahun ini baru pertama kali diadakan di Istana Isen Mulang.

“Hal ini tentunya atas petunjuk dan izin dari bapak gubernur. Hal ini tentunya merupakan cerminan gubernur yang sangat menjunjung, menghargai, dan menghormati kebhinekaan di Indonesia, khususnya di Bumi Pancasila,” tuturnya.

Sementara itu Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, I Ketut Widya mengharapkan melalui Dharma Santi ini seluruh umat Hindu memperoleh kedamaian, kebahagian, dan kesejahteraan.

Tema Hari Raya Nyepi 2017 “Jadikan Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebhinekaan, Berbangsa, dan Bernegara Demi Keutuhan NKRI”. Menurut Ketut, tema perayaan tahun ini sangat relevan untuk memantapkan kerukunan antarumat beragama dan kedamaian antarsesama anak bangsa.

“Jadi pemahaman kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah seharusnya disegarkan terus menerus dalam kontek kemodern bangsa Indonesia. Jadi sebagai anak bangsa, umat Hindu punya kewajiban meningkatkan dan memantapkan toleransi kebhinekaan, mengingat hal ini sudah menjadi identitas sebagai bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan menjadi pilar utama persatuan dan kesatuan bangsa,” pesannya.

I Ketut mengatakan perayaan Hari Raya Nyepi harus dimaknai sebagai pencerah jiwa dan mendorong semangat untuk menata dan perilaku serta meningkatkan pengendalian diri. Susila dan etika harus menjadi pegangan umat Hindu karena merupakan pengejawantahan dari praktek keagamaan. (MCisenmulang/nai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*