INFO
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Melalui SLRT

Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Melalui SLRT

MEDIA CENTER,  Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Sosial melaksanakan Bimtek Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Tahun 2019 di Peteng Karuhei II Kantor Walikota Palangka Raya, Selasa (22/10/2019).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Pelayanan Sosial Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat Ditjen Pemberdayaan Sosial RI pada Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Hal itu guna membentuk pusat pelayanan terpadu, sehubungan dengan masih banyaknya masyarakat yang tidak mendapatkan layanan sosial, kesehatan, dan kependudukan khususnya di Kota Palangka Raya.

Acara yang dihadiri Oleh Walikota Palangka Raya Fairid Naparin, Kepala Dinas Sosial Kalimantan Tengah dan sebagai Tim Teknis SLRT Kementerian Sosial, Muhammad Fahmi Ambrullah.

Fairid Naparin dalam sambutannya mengatakan program SLRT di Kota Palangka Raya berada di dua Pusat Kesejahteraan Sosial yaitu di Kecamatan Pahandut dan Kecamatan Sebangau.

“Saya mengharapkan dengan kegiatan bimtek ini akan membawa manfaat bagi masyarakat di “Kota Cantik” Palangka Raya terutama dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) secara tepat, cepat dan terpadu sehingga mempercepat dalam penanganan masalah sosial masyarakat”, kata Fairid.

Untuk Kota Palangka Raya sendiri Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sebanyak 50.325 jiwa diantaranya yang paling banyak adalah fakir miskin, lanjut usia terlantar dan korban bencana alam, sedangkan yang memerlukan pelayanan sosial berdasarkan basis data terpadu sebanyak 41.886 jiwa.

Program Perlindungan Sosial yang telah ada di Palangka Raya adalah program keluarga harapan, program jaminan kesehatan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI), program bantuan bencana alam dan bencana sosial, sedangkan program bantuan bagi fakir miskin yang telah ada adalah kube produksi, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Rehabilitasi Sosial Bagi Rumah Tidak Layak Huni (RS- RTLH), serta program rehabilitasi sosial yang telah ada adalah asistensi sosial lanjut usia terlantar dan anak terlantar, orang dengan kecacatan berat, bantuan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar dan bantuan penambahan gizi dan peralatan sekolah untuk anak terlantar.

SLRT digunakan untuk penanganan fakir miskin dan rentan miskin, hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 tahun 2018 tentang Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu untuk Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu. (MC Isen Mulang/Rani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*