INFO
Percepatan Reaktivasi Sektor Pariwisata

Percepatan Reaktivasi Sektor Pariwisata

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalteng tengah menyiapkan langkah strategis berkaitan dengan percepatan reaktivasi sektor pariwisata dalam adaptasi kebiasaan baru.

Hal itu dilakukan bukanlah tanpa sebab, mengingat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dianggap sangat perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru yang mulai diterapkan.

“Saat ini daerah yang sudah zona hijau di Kalteng, seperti Kabupaten Sukamara dan Pulang Pisau sudah membuka kembali destinasi wisatanya, dengan mengedepankan program Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA),”ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng Guntur Talajan.

Berbicara pada kegiatam Seminar (Webinar) Nasional Percepatan Reaktivasi Sektor Pariwisata dalam Adaptasi Kebiasaan Baru, Guntur menyebut, saat ini ada lima sasaran program reaktivasi wisata domestik di Kalteng yang sudah disiapkan pemerintah dengan berdasarkan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Lima sasaran program reaktivasi wisata domestik di Kalteng tersebut diantaranya, Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Kawasan Taman Nasional Sebangau, Museum Balanga dan Taman Budaya, serta pondok wisata, restoran, rumah makan, bioskop dan termasuk tempat hiburan.

Terkait program tersebut, Pemprov Kalteng saat ini tengah menyusun peraturan gubernur (Pergub) yang mengatur tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan covid-19.

“Termasuk yang nantinya diatur, yakni sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terutama yang berkaitan dengan pengawasan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kalteng,” ucapnya, Rabu (12/8/2020)

Sejumlah hal yang akan ditekankan dalam Pergub tersebut lanjut Guntur, juga menyangkut jaminan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan oleh pelaku atau pengelola usaha. Artinya pemerintah akan mendorong efektivitas pencegahan penyebaran wabah dan dampak covid-19 kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan usaha pariwisata.

Oleh sebab itu, pemerintah provinsi menuntut instansi terkait yang membidangi pariwisata di kabupaten dan kota serta para pelaku usaha pariwisata untuk melakukan langkah-langkah sosialisasi dan pengawasan penerapan protokol covid-19 di sektor tersebut.

“Ya, pada intinya pemerintah ingin menjaga keberlangsungan usaha pariwisata agar bisa produktif kembali setelah mengalami dampak mendalam wabah Covid-19,”pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/mt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*