TERKINI
Perlunya Dukungan Kebijakan Pemko Terhadap Agrowisata

Perlunya Dukungan Kebijakan Pemko Terhadap Agrowisata

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Seminar Akhir Kajian Mewujudkan Ekonomi Cerdas di Kota Palangka Raya Melalui Agrowisata, seminar dilaksanakan di Aula Pumpung Kapakat,Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, kantor Wali kota Palangka Raya, Kamis (2/12/2021).

Laporan akhir “Kajian Mewujudkan Ekonomi Cerdas di Kota Palangka Raya Melalui Agrowisata” bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR) dengan Bappedalitbang Kota Palangka Raya.

Dr. Ir. Wilson Daud, M.Si dalam laporan kajiannya menyampaikan, “Tujuan kajian ini menggali keunikan agrowisata yang dimiliki, masalah yang dihadapi dalam pengembangan agrowisata, menganalisa harapan pengunjung terhadap agrowisata dan merumuskan upaya mewujudkan ekonomi cerdas di Kota Palangka Raya”.

Ruang lingkup kajian adalah

  1. Keunikan daya tarik agrowisata, berdasarkan jenis tanaman, pola pengeloaan, dan jenis lahan pengembangan agrowisata.
  2. Permasalahan dalam pengembangan agrowisata, yang terdiri permasalahan teknis, ekonomi, sosial dan kebijakan pemerintah daerah.
  3. Agrowisata adalah pariwisata berbasis pertanian dalam arti luas pertanian rakyat, perkebunan, perikanan dan peternakan.
  4. Kemauan atau harapan pengunjung agrowisata.
  5. Elemen ekonomi cerdas terdiri dari ekosistem industri, kesejahteraan masyarakat, dan ekosistem transaksi keuangan.
  6. Kegiatan kajian dilakukan di destinasi agrowisata yang ada di Kecamatan Pahandut, Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu dan Rakumpit.

“Secara teknis pengembangan agrowisata harus menyesuaikan dengan kondisi lahan dan pengaruh iklim terhadap pertanian (agroklimatologi), terutama lahan gambut dan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Permasalahan ekonomi pengelola agrowisata belum terkoneksi dengan penerimaan asli daerah. Permasalahan sosial, agrowisata yang milik perorangan masih belum melibatkan masyarakat sekitarnya. Permasalahan Lingkungan beberapa agrowisata berada di lahan gambut. Permasalahan kebijakan pemerintah dalam pengembangan agrowisata, dukungan terhadap infrastruktur menuju agrowisata, serta belum terkoneksi dengan situs APBD, retribusi pengunjung dan parkir belum bisa dipertanggung jawabkan”, ungkap Wilson Daud.

Kemauan pengunjung terhadapat agrowisata, adanya keamanan, keselamatan, kenyaman, kebersihan dan keindahan. Keindahan alam yang secara langsung dapat disaksikan, sebagai latar belakang foto atau video.

Strategi mewujudkan ekonomi cerdas melalui agrowisata dapat ditempuh melalui tahapan, Penyusunan perencanaan Pembangunan Daerah untuk mencapai visi Pemko Palangka Raya, Pembangunan destinasi agrowisata diikuti dengan mendapatkan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Pengelola agrowisata membentuk organisasi profesi. Pemko Palangka Raya dan Asosiasi Pengusaha Agrowisata menyusun klaster industri agrowisata.

Selain itu Dr. Firlianty, S.Pi, MS yang juga sebagai narasumber menambahkan, “Pemko Palangka Raya dimungkinkan mengadakan pendidikan dan pelatihan pengelola agrowisata, selain itu Pemko harus menetapkan kebijakan besaran retribusi dan pajak, dan adanya aplikasi digital retribusi dan pajak agrowisata bekerja sama dengan Bank kalteng atau bank umum nasional, serta berkelanjutan melaksanakan tata kelola agrowisata berbasis digital (e-ticketing)”. (MC Isen Mulang/bamw/wspd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*