INFO

Polres Gandeng Pemkot Palangka Raya Bentuk Satgas Mafia Pangan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepolisian Resort Palangka Raya menggandeng Pemerintah Kota Palangka Raya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan di Aula Yusuf Suganda, Mapolres, Selasa (9/5/2017).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban mengatakan pembentukan Satgas ini memang diinisiasi dari Polda Kalteng yang kemudian ditindaklanjuti oleh polres.

“Tujuannya sama, ingin mengendalikan lonjakan harga secara wajar menjelang bulan Ramadan. Supaya tidak ada unsur penimbunan maupun kegiatan menyimpan bahan pokok untuk memperoleh keuntungan,” kata Aratuni seusai pembentukan.

Satgas ini juga bertugas memantau perkembangan harga. Tim akan bergerak memperdalam pengawasan bila terjadi kelangkaan minimal satu pekan. Kemudian juga terjadi gejolak kenaikan harga lebih dari 10 persen.

Satgas ini akan mulai bekerja H-7 sebelum Ramadan dan H+1 lebaran. “Juga untuk menjaga keamanan dan kelancaran distribusi barang, jumlah stok barang yang dimiliki pedagang. Jadi tim satgas ini bersama-sama melakukan pengawasan” ungkapnya.

Menurutnya berbicara masalah tren saat ini, pasokan lombok dan bawang merah yang patut dilakukan pemantauan. “Setiap Minggu nanti akan kita lihat perkembangannya. Selain lombok, bawang merah, kita juga memantau barang lainnya,” tuturnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Ismanto Yuwono mengatakan ketua tim Satgas ini adalah Aratuni D Djaban. “Ada tiga hal yang kita lakukan. Pertama, terkait kelangkaan pangan sampai pada sembilan bahan pokok. Kemudian peredaran makanan berbahaya dan mencegah kenaikan harga yang upnormal,” katanya.

Ada tiga kategori barang yang perlu dilakukan pengawasan. Dari hasil pertanian adalah beras, jagung, tahu tempe dan cabai. Hasil produksi yakni gula, minyak goreng dan tepung terigu. Kemudian dari sisi peternakan, sapi, telur, ayam, dan ikan.

Adapun sasaran pelaku usaha yang akan dipantau oleh Satgas Mafia Pangan ini adalah seseorang yang melakukan penimbunan, mengoplos, jual barang ilegal, menjual produk dengan bahan pengawet berbahaya, distributor yang memanipulasi data harga, dan lain sebagainya. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*