INFO

Potensi Hutan menjadi Topik bahasan Rakornas Kelitbangan di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Para perserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kelitbangan dari seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Palangka Raya 15-17 Maret 2017 harus mampu menelorkan terobosan baru yang bermanfaat bagi pendapatan daerah dan negara.

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan Plt Kepala Litbang Kemendagri, Dodi Riyadmadji mengatakan melalui tema yang diusung dalam Rakornas Kelitbangan kali ini, maka para peserta harus mampu menciptakan terobosan baru dalam pengelolaan pemerintahan maupun pemanfaatan potensi sumber daya alam dan salah satunya potensi kehutanan.

Diketahui, Indonesia adalah negara terbesar ketiga yang mempunyai hutan tropis terluas di dunia dan menduduki peringkat pertama di Asia Pasifik.

Luas hutan tropis di Indonesia diperkirakan mencapai 1.148.400 kilo meter persegi yang memiliki kekayaan hayati yang begitu besar mulai dari tambang dan flora faunanya.

Khusus hasil hutan tropis, Indonesia mempunyai kurang lebih 400 spesies dipterocarpaceae jenis kayu yang paling berharga di Asia Tenggara. Sementara itu kerusakan hutan dapat berpengaruh pada perubahan iklim, kerusakan alam, kerusakan kelangsungan hidup, bahkan hilangnya budaya dan kearifan lokal.

Oleh karena itu Menteri Dalam Negeri mengharapkan pemanfaatan hutan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berimbang demi kelestarian alam. Jadi fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan manusia, sehingga harus dikelola dengan memperhatikan batas daya dukung ekosistem hutan dalam memanfaatkan hasil hutan.

Dikatakannya, selain memiliki nilai ekologis, sosial dan budaya, fungsi hutan juga memiliki peran penting dalam mempertahankan perekonomian nasional dan mendukung mata pencarian melalui jasa lapangan kerja.

Dari data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sektor kehutanan pada 2013 hanya menyumbang Rp17,4 triliun atau 0,63 persen dari produk domestik bruto (PDB). Untuk itu trend pendapatan negera dari sektor kehutanan harus terus ditingkatkan agar sebanding dengan potensi dan jumlah kawasan hutan yang dimiliki.

Dia menyebutkan hutan memiliki nilai yang beragam. Selain kayu yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti rotan, getah karet, pasak bumi, akar kuning, anggrek, lebah, sarang semut, dan tanaman obat lainnya perlu dipelihara lebih baik sebagai sumber pendapatan daerah dan negara.

Jadi, pengembangan potensi hasil hutan selain kayu harus berorienstasi pada pendapatan dan kesejahteraan masyarakat bagi masyarakat dalam dan sekitar hutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. (MC Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*