INFO
PT Bank Kalteng Ingin Penyertaan Modal Pemko Palangka Raya Bertambah

PT Bank Kalteng Ingin Penyertaan Modal Pemko Palangka Raya Bertambah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama pemerintah kota (Pemko) setempat dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bank Kalteng, Kamis (13/8/2020) yang lalu.

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya Basirun B Sahepar, dihadiri Ketua Bapemperda DPRD kota Riduanto, Sekda kota Hera Nugrahayu, dan jajaran direksi Bank Kalteng serta sejumlah anggota DPRD Palangka Raya.

Ketua Bapemperda DPRD Palangka Raya Riduanto mengatakan, salah satu poin yang dibahas dalam RDP itu yakni terkait pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2019 yang merupakan perubahan dari Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang penyertaan modal pemko kepada PT Bank Kalteng.

Diketahui perda ini sudah berjalan hingga tahun 2018 yang lalu, dimana pemko telah menyertakan modal kurang lebih Rp 27 Miliar, Kemudian untuk tahun 2020 hingga 2024 mendatang penyertaan modal sebesar Rp 24,975 Miliar, yang dibagi dalam 5 tahun. Artinya penyertaan modal dari pemko setiap tahunnya adalah sebesar Rp 4,995 Miliar.

“Dalam RDP kami menanyakan apakah penyertaan modal pemko kepada Bank Kalteng pada tahun ini sudah terlaksana?. Pihak pemko menjawab kewajiban itu sudah dilakukan pada 24 Juli lalu,”beber Riduanto.

Diketahui lanjut dia, pihak Bank Kalteng melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) telah melakukan kalkulasi sehingga kedepan BUMD ini mengajukan penambahan penyertaan modal dari pemko kepada Bank Kalteng. Yakni dari sebelumnya Rp 4,995 Miliar per tahun menjadi Rp 9 Miliar per tahunnya hingga 2024.

“Pihak Bank Kalteng menyarankan agar pemko bisa memenuhi penyertaan modal sebesar Rp 9 Miliar itu. Mereka menyarankan menggunakan dana dividen,”terangnya.

“Kita belum tahu apakah itu bisa terpenuhi. Sedangkan penyertaan modal sebesar Rp 4,995 Miliar per tahun selama pandemi ini juga belum diketahui apa bisa terpenuhi,”tambah Riduanto.

Di sisi lain politikus PDI Perjuangan ini berharap agar dana dividen bisa menjadi bagian dari penghasilan lain-lain di item APBD Pemko Palangka Raya. “Jadi tak hanya mengendap menjadi modal di Bank Kalteng,”tandasnya. (MC. Isen Mulang.1/nd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*