INFO
Rapid Test Massal Tak Perlu Dihindari

Rapid Test Massal Tak Perlu Dihindari

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Irma Afsesta mengungkapkan, pelaksanaan rapid test secara massal sebagai tindak lanjut instruksi wali kota Palangka Raya, masih ditemui sejumlah kendala.

“Kendalanya, masih ada warga atau pedagang yang melarikan diri atau menghindari rapid test yang dilakukan,” ungkapnya, Jumat (3/7/2020).

Namun begitu lanjut Irma, masih banyak warga yang memahami dan mengerti pentingnya pelaksanaan rapid test. Seperti pedagang, juru parkir hingga petugas kebersihan terlihat nampak kooperatif untuk diperiksa atau tidak ada penolakan.

“Berbeda seperti di Pasar Kameloh, banyak yang berpikir jika hasilnya reaktif akan dikunci selama 14 hari. Tak boleh berdagang dan dijauhi masyarakat. Padahal, tidak seperti itu,” ungkapnya,

Untuk diketahui sambung Irma, andaikata hasil test warga dinyatakan reaktif, maka yang bersangkutan diminta untuk isolasi mandiri hingga melakukan swab test.

“Terlebih sekarang ini kita sudah memiliki alat PCR, jadi tak perlu antri lama lagi, dalam 1 atau 2 hari keluar hasilnya,” terangnya.

Masyarakat imbuh Irma, harus patut bersyukur karena wali kota telah menggratiskan biaya rapid test massal yang diakomodir oleh gugus tugas untuk meringankan beban masyarakat.

“Jadi kita harap semua pelaku usaha sadar dan ikut membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tolong jangan lewatkan kesempatan rapid test gratis ini,” ingatnya. (MC. Isen Mulang.1/nd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*