INFO
Rembuk Aparatur Kelurahan Dan Desa Tentang Literasi Informasi

Rembuk Aparatur Kelurahan Dan Desa Tentang Literasi Informasi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kalteng selengggarakan rembuk aparatur kelurahan dan desa tentang literasi informasi di Ballroom Hotel Aquarius Jl. Imam Bonjol Palangka Raya, Kamis (29/8/2019)

Rembuk aparatur kelurahan dan desa tentang literasi informasi dengan tema ” Saring Sebelum Sharing ” ini diikuti oleh berbagai institusi,organisasi,lembaga pendidikan, LSM, media, insan pers, lurah, kades dan unsur masyarakat di wilayah Kalteng.

Sigit Karyadi, narasumber dari BNPT Pusat sampaikan bahwa terorisme memanfaatkan media online untuk mengkomunikasikan pesan-pesan ketakutan kepada publik.  Mempolarisasi pendapat umum/pro-kontra. Mengiklankan diri terkait eksistensinya, dan membangkitkan kekacauan publik terhadap pemerintah.

Lanjut Sigit,  kaum millenial rentan terhadap paham radikal terorisme. Seseorang yang terpapar faham radikalisme mempunyai ciri-ciri antara lsin anti terhadap UUD 1945, anti terhadap pemerintah dan kebijakannya, anti toleransi dan merasa paling benar, serta anti sosial.

Haris Sadikin, narasumber dari redaksi Palangka Pos yang sekaligus menjabat sebagai ketua PWI Kalteng ini sampaikan bahwa berita hoaxs pada awalnya sebagai lelucon, namun sekarang muncul untuk kepentingan-kepentingan tertentu dan bersifat provokatif.

Media online sebagai daring resmi harus berbadan hukum dan lulus sertifikat,  memiliki susunan redaksi, ada penanggung jawabnya dengan klasifikasi ” utama” dan setiap menayangkan judul pemberitaan tidak provokatif. Maka dari itu apabila tidak memenuhi unsur persyaratan tersebut bukan merupakan media online melainkan termasuk kategori media sosial.

Vivi Sumanti,  narasumber dari Lembaga Survei KedaiKopi sekaligus sebagai praktisi komunikasi, katakan bahwa media sosial cenderung mendorong pengguna berperilaku dan berujar serba spontan, instan, ‘ ekpresif ‘ , instingual, emosional,  ‘ jangan keduluan orang lain, segeralah membikin status dan komentar ‘.

Teknologi internet  di satu sisi memberikan kemajuan, tetapi di sisi lain, ia juga memberikan dampak buruk bagi peradaban manusia.  Salah satu dampak buruk teknologi internet adalah pemanfaatan teknologi komunikasi oleh kelompok radikal terorisme.

Dalam menggambarkan aktivitas terorisme di dunia maya sering disebut dengan cyber terorisme. Menurut Dorothy E. Deming mendefinisikan cyber terorisme sebagai konvergensi terorisme dan dunia maya (cyberspace). Kekuatan terorisme tidak lagi dari jaringan perseorang tetapi melalui hubungan network melalui media yang terhubung secara global.(MC. Isen Mulang/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*