INFO
Revitalisasi Hak Anak yang Berkonflik dengan Hukum

Revitalisasi Hak Anak yang Berkonflik dengan Hukum

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Puluhan anak di lingkungan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya, mengikuti Jambore Anak Sejahtera (JAMPAS).

Jampas yang digelar 2-4 Agustus itu, dibuka secara resmi oleh Kepala Devisi  Pemasyarakatan pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Palangka Raya, Hanibal, Jumat (2/8/2019), di halaman bagian dalam LPKA Kelas II Palangka Raya.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan dan Kepala Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPMP2AKB) Kota Palangka Raya Tiur Simatupang, serta Kepala LPKA Kelas II Palangka Raya, Mubasirudin maupun unsur Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Palangka Raya.

“Jampas ini menjadi upaya untuk mempercepat revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan terkhusus  perlakuan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum,” ungkap Kepala Devisi  Pemasyarakatan Lapas Kelas II Palangka Raya, Hanibal.

Menurutnya, pemenuhan hak anak seyogyanya dapat dinikmati seluruh anak tak terkecuali mereka yang berkonflik dengan hukum. Ironisnya anak yang berkonflik dengan hukum menjadi kelompok rentan yang sering kali tak terpenuhi haknya.

Melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, berupaya untuk mengoptimalisasikan penyelenggaraan perlakuan terhadap tahanan dan narapidana termasuk perlakuan terhadap Anak di LPKA.

“Upaya mewujudkan revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan, harus dapat menghantarkan mereka menjadi bagian dari anak Indonesia yang berbudi luhur, berkualitas, mandiri dan meninggalkan legacy bagi negeri ini,” papar Hanibal.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan mengaku mengapresiasi sekaligus  mendukung prinsip pemenuhan hak anak dalam pelaksanaan program pembinaan di LPKA Kelas II Palangka Raya.

“Tadi dijelaskan di LPKA Kelas II Palangka Raya ini ada dilaksanakan pendidikan non formal atau kesetaraan,  yakni paket A,B dan C. Tentu ini merupakan upaya pemenuhan hak anak di LPKA,” ucapnya singkat.

Adapun  pada kegiatan Jampas tersebut, setidaknya diikuti 21 anak LPKA Kelas II Palangka Raya yang kesemuanya adalah anak laki-laki. Terlihat mereka mengenakan seragam Pramuka golongan Penegak, mengingat kisaran usia anak itu antara 16 sampai dengan 20 tahun lebih.

“Kami  sangat senang dengan adanya kegiatan jambore ini. Bisa menambah wawasan  pengetahuan dan pendidikan, sekaligus memupuk rasa kecintaan pada bangsa dan negara,” ucap Koko, salah seorang anak di LPKA Kelas II Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*