INFO

RPJMD sebagai penerapan Visi dan Misi Walikota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka periode selama 5 (lima) tahunan yang berisi penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang merespon kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta kesepakatan tentang tolak ukur kinerja untuk mengukur keberhasilan pembagunan daerah dalam 5 tahun kedepan.

Bertempat di ruang rapat Peteng Karuhei 2 Kantor Walikota Palangka Raya Wakil Walikota Palangka Raya, Hj Umi Mastikah membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023, Jumat (21/2/2020).

Dalam sambutan Walikota Palangka Raya yang dibacakan Hj Umi Mastikah perubahan RPJMD Tahun 2018-2023 agar dapat mendapat perhatian seluruh Perangkat Daerah salah satunya yaitu menyesuaikan kembali sasaran perangkat daerah program prioritas beserta indikator kinerjanya dalam rangka penyelesaian permasalahan daerah seperti upaya penurunan angka kemiskinan, peningkatan indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, bermanfaat untuk rakyat dan berorientasi pada pembangunan.

Umi Mastikah mengharapkan proses ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar melalui kerja sama semua pihak sehingga dapat merumuskan yang terbaik untuk pembangunan Kota Cantik Palangka Raya.

Ditempat yang sama Hj Umi Mastikah saat ditemui awak Media Center mengatakan kegiatan yang diadakan hari ini adalah konsultasi Publik dimana semua komponen SOPD teknis terlibat didalamnya dalam hal kaitan dan relevansinya mewujudkan visi misi yang tertuang dalam RPJMD.

” ini merupakan satu tahapan hasil konsultasi publik kemudian akan disampaikan ke DPRD sebagai lembaga yang akan mengesahkan, ini memang proses yang harus dilalui untuk menerapkan Visi dan Misi Walikota sehingga menjadi progres yang tidak mengecewakan melalui tahapan seperti ini” Ucap Umi.

Mengenai konteks perubahan RPJMD Hj Umi menambahkan tidak ada perubahan yang signifikan tetapi lebih terkait hal teknis “Perubahan perubahan itu bukan yang signifikan tetapi terkait dengan teknis mana yang lebih prioritas, mana yang lebih darurat dalam hal kepentingan masyarakat itu yang kita sesuaikan.”tutup Umi Mastikah. (MC. Isen Mulang/Gusti/dk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*