INFO

RSUD Kota Palangka Raya Disiapkan Menjadi BLUD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia memimpin rapat dengan jajaran Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dan manajemen RSUD Kota Palangka Raya, Selasa (10/10/2017).

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei ini fokus membahas status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya yang berada di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau.

Rapat ini diikuti Plt Sekda Kota Palangka Raya Kandarani, Asisten II Rahmadi HN, Inspektur Kota Palangka Raya Alman Pakpahan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya, Fordiansyah.

Hadir pula Kabag Hukum Setda Kota Palangka Raya Kadarismanto, perwakilan Bappeda Kota Palangka Raya, dan perwakilan dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Palangka Raya.

Walikota sengaja melibatkan semua satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) teknis, karena dia ingin keberadaan RSUD Kota Palangka Raya yang baru didirikan sekitar tiga tahun ini sudah bisa dijadikan sebagai rumah sakit rujukan.

Tidak hanya itu, walikota menginginkan status RSUD Kota Palangka Raya harus segera menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Perubahan status ini ditargetkan bisa terwujud sebelum masa jabatan walikota berakhir pada pertengahan 2018.

Maka untuk mewujudkan niat tersebut Pemerintah Kota Palangka Raya telah menunjuk Ketua Tim Percepatan BLUD RSUD Kota Palangka Raya, dr Oktavines S.K. Tarigan, M.Kes yang merupakan mantan Direktur RSUD Kasongan, Kabupaten Katingan.

Dalam paparannya dr Tarigan mengatakan syarat untuk menjadi rumah sakit berstatus BLUD cukup banyak yang harus dipenuhi. Misalnya untuk tenaga dokter saja minimal harus memiliki 6 dokter spesialis, sedangkan saat ini RSUD Kota Palangka Raya masih memiliki 3 dokter spesialis.

dr Tarigan mengatakan jika ditinjau dari kecukupan sumber daya manusia (SDM), secara keseluruhan RSUD Kota Palangka Raya masih membutuhkan 60 pegawai dari berbagai disiplin ilmu, sedangkan saat ini masih tersedia 95 orang. 

Sementara itu bila ditinjau dari segi ketersediaan layanan, maka RSUD Kota Palangka Raya jika ingin menjadi BLUD maka harus memiliki instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, IGD, instalasi kebidanan, instalasi operasi, instalasi radiologi, instalasi gizi, instalasi farmasi, instalasi laboratorium, instalasi ICU, instalasi perinatologi, instalasi rekam medik, unit transfusi darah, unit pendaftaran, unit laundry, unit pemulasaran jenazah, dan unit ambulan. 

Dia menjelaskan BLUD rumah sakit dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang atau jasa yang dijual tanpa mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Sementara tujuan dibentuknya BLUD untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas serta penerapan praktek bisnis yang sehat.

Sedangkan alasan dibentuknya BLUD adalah UU No 4 Tahun 2009, mempermudah proses pengadaan barang dan jasa, mempermudah penyesuaian tarif (di luar tarif kelas III) cukup dengan peraturan kepala daerah, meningkatkan pelayanan karena mendapatkan kemudahan dalam pengelolaan keuangan. (MC. Isen Mulang)

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*