INFO
Rumah Betang  Masuk Cagar Budaya Bakal Dibenahi

Rumah Betang Masuk Cagar Budaya Bakal Dibenahi

MEDIA CENTER,Palangka Raya – Sejumlah Rumah Betang terutama yang menjadi bagian dari cagar budaya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah akan segera dibenahi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan berupaya membenahi, dan melestarikan sejumlah Rumah Betang yang menjadi cagar budaya. Dengan begitu kondisinya  tetap terjaga meski sudah berumur,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng Guntur Talajan.

Dalam siaran persnya yang disampaikan kepada  Media Center Palangka Raya, Guntur menyebutkan, penanganan dan pembenahan Rumah Betang ini nantinya dilakukan pemerintah provinsi bersama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), yang merupakan unit pelaksana teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Pembenahan Betang ini akan ditangani oleh Disbudpar bersama dengan BPCB juga. Saat ini ada beberapa Betang yang dikategorikan masuk cagar budaya dan sudah ditangani langsung oleh BPCB,” katanya, Sabtu (19/10/2019).

Sementara itu Kepala Bidang Sejarah Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kalteng, Maria Doya Aden menambahkan, meski melibatkan BPCB dari kementerian dalam pembenahan, namun pemerintah provinsi tetap memegang peranan dalam pelestarian Betang yang ada.

“Namun tetap bersinergi dengan BPCB, terutama dalam hal  laporan, Betang mana saja yang perlu ditangani,” ujarnya.

Semisalkan, Betang Tumbang Gagu yang terletak di Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang Kotawaringin Timur. Dimana bersama dengan pemerintah setempat menyampaikan kondisi 
terbaru pada cagar budaya tersebut, sehingga menjadi bahan bagi BPCB untuk melakukan penanganan.

“Jadi penanganan khususnya Betang yang masuk cagar budaya akan ditangani oleh BPCB,” ucapnya.

Tak kalah penting tambah  Maria, Pemprov kalteng juga akan melakukan pembenahan Rumah Betang yang ada di Anjungan Kalteng di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Meski buka bagian dari cagar budaya, namun keberadaan Betang tersebut tetap harus diperhatikan karena bisa dijadikan sarana untuk mempromosikan wisata yang ada di provinsi ini.

“Ada beberapa bagian yang rusak karena kurang perawatan. Namun dari fisik, masih sangat layak dan dimanfaatkan,” bebernya.

Menurutnya, meski Betang di anjungan TMII buka bagian dari cagar budaya, namun keberadaan Betang tersebut tetap terjaga, setidaknya menjadi sarana  promosi wisata di Bumi Tambun Bungai. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*