TERKINI

Sekda: Agar Penanganan Aset Pada OPD Pemko Palangka Raya Tuntas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), melaksanakan rapat dengan Pengurus Barang pada OPD di Lingkup Pemko Palangka Raya, di Ruang rapat Peteng Karuhei I kantor Walikota Jalan Tjilik Riwut Km.5,5 Palangka Raya, Minggu (1/3/2020).

Berdasarkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalteng, terdapat permasalahan berpotensi berpengaruh atas penyajian laporan keuangan yaitu penambahan aset tetap menambah nilai aset tahun 2018 dan 2019, tidak merubah umur masa manfaat dan terhadap aset tetap jalan yang belum dikapitalisasi ke aset tetap induknya, sehingga nilai buku aset dan penyusutan tidak dapat mencerminkan nilai sebenarnya.

Menurut Kasubid Penatausahaan dan Pelaporan BPKAD, Krisprilnal, “Kami melihat dari hasil Query database Simbada, didapat KIB yang ada kapitalisasinya, jadi tugas Pengurus barang, mengecek kembali berdasarkan kertas kerja yang kami susun dibandingkan dengan yang diinput di Sistem Informasi Manajemen Daerah – Barang Milik Daerah (Simda BMD), apakah sudah sesuai”.

Disampaikan juga oleh Auditor Muda dari Inpektorat Kota Palangka Raya, Noor Iswandi bahwa harus dicermati ketika kita menambahkan masa manfaat yang kita lihat nilai bukunya.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menyampaikan 3 hal “Pertama, dari 33 OPD kita mencermati aset-aset yang berdampak terhadap re-organisasi. Kedua, adanya informasi dari BPK bahwa aset-aset yang kita kelola tidak bis dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sehingga ini akan berpengaruh kepada opini.

Ketiga, ada aset bergerak yang harus dibenahi, siapa yang memakai karena ini adalah salah satu dampak re-organisasi tadi”.

Hera menegaskan pertemuan hari ini tidak hanya membahas masa manfaat dan nilai aset semata, tetapi lebih luas lagi, agar penanganan aset Pemko Palangka Raya tuntas.

“Nilai aset sangat berpengaruh dengan nilai keuangan, sedikit saja kita tidak bisa menjelaskan berapa nilai aset kemana aset ini, maka akan mempengaruhi semua, terhadap opini kita oleh BPK”, ungkap Hera.

Diakhir penjelasannya Hera berharap semua OPD memperhatikan masalah aset ini, agar menjadi perhatian nantinya tuntas tidak sebagian tetapi tuntas semua masalah aset. (MC. Isen Mulang/Bam/tn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*