INFO
Sekda Berharap TAPD Selektif Dalam Rencanakan Kegiatan SOPD

Sekda Berharap TAPD Selektif Dalam Rencanakan Kegiatan SOPD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu memimpin rapat evaluasi pengendalian dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan triwulan IV tahun anggaran 2019.

Rapat yang dilakukan di ruang Peteng Karuhei II ini diikuti oleh semua kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dan seluruh camat, Jumat (17/1/2020).

Dalam rapat ini semua kepala SOPD diminta menyampaikan kendala yang dialami dalam menyerap anggaran, karena realisasi kegiatan di 2019 terbilang rendah.

Dari 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalimantan Tengah, realisasi serapan anggaran Kota Palangka Raya menempati urutan terendah. Realisasi keuangan 88,02 persen dan realisasi fisik 88,94 persen.

Rendahnya realisasi kinerja SOPD ini bukan tanpa sebab. Contohnya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya tidak berani melelang sejumlah kegiatan karena mepetnya waktu.

Alhasil, belanja langsung di Dinas Pendidikan cuma terealisasi 85,15 persen. Jhonson Gultom, Plt kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menyebut program BOS kinerja tidak bisa terserap, karena alokasi anggaran yang ada baru ada di pertengahan Desember 2019.

Berbeda dengan kasusnya di Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Realisasi keuangan juga rendah. Cuma 85,05 persen. Tapi Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, dr Andjar Hari Purnomo punya alasan.

Pada 2019 Dinas Pendidikan ‘dijanjikan’ akan dapat dana alokasi khusus (DAK) untuk membiayai program Jampersal. Namun kata Andjar, anggaran ini hingga akhir tahun 2019 tidak kunjung ada, sedangkan dalam posisi estimasi pendapatan di DPKAD sudah tercatat, sehingga mau tidak mau hal ini akan terbaca jika anggarannya belum terserap, padahal dananya tidak ada.

Kasus seperti ini juga dialami oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Palangka Raya.

Pada tahun anggaran 2019 DP2KBP3A Kota Palangka Raya juga dijanjikan akan dapat dana DAK, namun realisasinya menurut Kepala DP2KBP3A Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan hingga Desember 2019 juga tidak ada.

Menyikapi kondisi ini Sekda Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu berpesan kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) harus bisa meng-input program yang sekiranya bisa direalisasikan, sehingga progres serapan anggaran bisa maksimal.

“Saya beraharap TAPD harus selektif dalam menganggarkan kegiatan. Kalau sekira tidak bisa dilaksanakan, tidak usah saja, karena dampaknya terhadap kinerja SOPD,” tegasnya. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*