INFO

Sosialisasi Mitigasi Penularan COVID – 19 Bagi Pelaku Usaha Pariwisata Di Wilayah Kecamatan Bukit Batu

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat Di Tempat Dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 ( COVID – 19) sebagai acuan bagi Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/ Kota dan Masyarakat termasuk Asosiasi, Pengelola, Pemilik, Pekerja, dan Pengunjung pada tempat dan fasilitas umum, serta komponen lain baik dalam penetapan kebijakan, pembinaan aktivitas usaha maupun dalam melakukan pengawasan kegiatan di tempat dan fasilitas umum, dalam rangka mencegah terjadinya episenter / klaster baru selama masa pandemi COVID – 19.

Sebagai langkah konkrit dalam pencegahan dan pengendalian COVID – 19 di tempat dan fasilitas umum, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga ( Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Ikhwanudin melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Martiana Winarsih didampingi oleh Kepala Seksi Promosi Pariwisata, Ita Dwi Rahayu Wahyuningsih, Kepala Seksi Analisis Data dan Pasar Pariwisata, Agustina Titin beserta staf pada Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbudpora Kota Palangka Raya melakukan Pendataan, Monitoring dan Sosialisasi Mitigasi Penularan COVID – 19 Bagi Pelaku Usaha Pariwisata Di Wilayah Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Rabu ( 01/07/2020).

Dalam perlindungan kesehatan masyarakat peran pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum sangat penting dalam mengendalikan penularan COVID -19.

Untuk sektor pariwisata, bagi pengelola hotel/penginapan/ homestay/asrama dan sejenisnya, penyediaan akomodasi secara harian berupa kamar-kamar di dalam satu atau lebih bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan dan/atau fasilitas lainnya harus dilakukan upaya mitigasi penularan COVID – 19 bagi pekerja, pengunjung dan masyarakat pengguna jasa akomodasi ini.

Sedangkan untuk daya tarik wisata yang merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani masyarakat. Kegiatan wisata dapat dilakukan di dalam gedung/ruangan atau di luar gedung pada lokasi daya tarik wisata alam, budaya, dan hasil buatan manusia.

Kepariwisataan juga memiliki aspek ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dalam kondisi pandemi COVID – 19 pembukaan lokasi daya tarik wisata harus berdasarkan ketentuan pemerintah daerah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
(MC. Isen Mulang/Iin/Win/dk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*