INFO
Tari Hyang Dadas Tampil Memukau di Istana Negara

Tari Hyang Dadas Tampil Memukau di Istana Negara

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tari Hyang Dadas dari Provinsi Kalimantan Tengah  berhasil memukau saat tampil  dihadapan tamu undangan serta masyarakat yang memenuhi halaman Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta.

Penampilan tari yang dipersembahkan oleh tim kesenian dari provinsi yang berjulukkan Bumi Tambun Bungai itu dilakukan menjelang penurunan bendera HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia langsung di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (17/8/2019) sore.

Tim kesenian Kalteng yang berjumlah 275 orang, terdiri dari penari dan pemusik ini, mampu mempertunjukkan performance dan formasi tari kolosal yang apik serta prima. Alhasil membuat ribuan pasang mata di Istana  Negara Jakarta seolah terhipnotis dan terpukau, ketika melihat gerak yang eksotis, diiringi hentakan musik tradisional khas Dayak Kalteng yang energik.

Para undangan pun terlihat acapkali memberikan aplusnya, dan nampak terkesima menyaksikan melihat, betapa eksotisnya tari Hyang Dadas yang dimiliki Suku Dayak Kalteng.

Penampilan tari Hyang Dadas itu sendiri diawali dengan suara lahap atau pekikkan khas suku Dayak yang menggelegar, sontak lahap yang diiringi sahutan tersebut membuat suasana etnik Dayak yang kental mulai terasa.

Tak lama berselang terdengar lantunan suara senandung yang mendayu’-dayu dengan ritme cukup membuat merinding mendengarnya. Seiring dengan lantunan senandung yang juga diirigi dengan ritme musik berupa hentakan gendang tersebut, terlihat ratusan penari, baik laki-laki  maupun perempuan dengan beragam golongan usia, lengkap mengenakan berbagai kostum dan asesoris  khas Dayak, tampak masuk dari arah samping kanan Istana Negara menuju ketengah mimbar kehormatan upacara, atau persisnya depan panggung Istana Negara.

Setelah itu, terdengar hentakan musik gandang (gendang) dan garantung (gong), kakanong  serta alunan musik kecapi maupun  beberapa alat tradisional khas Dayak yang bunyi iramanya energik begitu kental, membuat halayak yang memenuhi Istana Negara kian merinding, seirama dengan bergeraknya lenggak lenggok penari yang  terbagi dalam berbagai kelompok dengan membawa ritme tarian masing-masing,  namun tetap kontras menyatu irama musik sehingga semuanya menjadi satua kesatuan.

Ditengah tarian aktraktif, maka disisipi lagi suara mendayu-dayu lantunan Karungut (syair lagu khas Kalteng). Musik dan syair lagu ini dibawakan oleh barisan pemain musik tradisional khas Dayak yang kira-kira terdiri dari 12 orang pemusik, yang tampil dengan mengenakan aksesoris dan kostum Dayak. Terlihat mereka begitu energik memainkan setiap alat musik yang digunakan.  Seolah-olah memberi kekuatan semangat bagi 200-an lebih penari.

Tim kesenian dari provinsi yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat sebagai tempat pemindahan ibukota negara ini, secara khusus mampu mempertunjukkan performance luar biasa dan memukau. Terlihat para tamu dan undangan yang memenuhi istana negara seolah terhipnotis.

Usai menari, banyak undangan maupun penonton di halaman istana tersebut langsung mengajak para penari Hyang Dadas berfoto bersama.

Menurut salah  seorang warga  yang menonton di balik pagar Istana Negara, bahwa penampilan Tari Hyang Dadas ini sangat menarik dan atraktif. “Wah menarik dan atraktif, baru kali ini bisa melihat secara langsung tarian Dayak, luar biasa sangat keren,” puji Roman salah satu penonton yang hadir saat itu. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*