INFO
Tim Tari Hyang Dadas, Performance di  Halaman Istana Negara

Tim Tari Hyang Dadas, Performance di  Halaman Istana Negara

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Gerakan yang eksotis, diiringi hentakan musik tradisional khas Dayak Kalteng yang  energik, menjadi rajutan dari sebuah Tari Hyang Dadas yang akan membahana di peringatan  HUT ke-74 Republik Indonesia di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 17 Agustus 2019.

“Seni gerak dan musik tradisional tersebut terekam dari kegiatan gladi bersih atau penyesuaian lapangan yang dilakukan oleh 250 penari dan pemusik yang tergabung dalam tim kesenian Kalteng. Dimana sejak 13 Agustus yang lalu tim ini sudah berada di Jakarta.

“Tim kesenian Kalteng yang terdiri dari 250 orang, baik penari dan pemusik, kini telah menjalani latihan atau gladi bersih, langsung di halaman Istana Negara,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, Guntur Talajan, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, secara teknis progress persiapan sudah matang. Begitu pula mental serta psikis para penari maupun pemusik berada dalam kondisi prima.
Kita berharap, tim kesenian Kalteng ini terus mempertahankan performance dan semangat.

“Ini momentum penting bagi sanggar tari maupun pelaku seni yang tergabung dalam tim kesenian Kalteng, karena bisa tampil dihadapan Presiden dan pejabat negara,”ujar Guntur.

Terlebih kata dia, acara kenegaraan ini dipastikan akan ditayangkan melalui sejumlah televisi nasional, maka dengan begitu rakyat Indonesia akan melihat secara langsung penampilan tim kesenian Kalteng.

“Jadi inilah kesempatan  sekaligus prestasi terbaik bagi kita untuk membuktikan, bahwa seni dan budaya serta kearifan lokal di Bumi Tambun Bungai memiliki nilai seni budaya yang sangat tinggi,” tuturnya.

Disisi lain tambah Guntur, diberikannya kesempatan tim kesenian Kalteng untuk pentas di Istana Negara, berarti telah menunjukkan seni dan kebudayaan Dayak telah dikenal serta diperhitungkan.

Adapun Dwi Tia Amanda Putri selaku pimpinan Abid Igal Dance Project dari tim kesenian Kalteng mengatakan, dalam gladi itu, para penari dan pemusik benar-benar memanfaatkan latihan dengan baik. Terlebih langsung dilakukan di halaman Istana Negara, sehingga semuanya bisa mengukur performance untuk tampil maksimal.

“Gladi ini seperti benar-benar tampil di hari-H, jadi semuanya harus dilakukan dan dimanfaatkan dengan maksimal,” ucapnya.

Tari Hyang Dadas itu sendiri ucap Dwi merupakan seni yang memadukan unsur gerak dari tari asli Dayak Kalteng dengan diiringi musik tradisional yang energik. Tarian ini dibawakan sebagai ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa yang memberikan anugerahnya dalam kehidupan Suku Dayak.

“Semoga hasil dari latihan panjang selama ini dapat membuahkan hasil yang membanggakan, sekaligus mampu mengangkat serta mengharumkan nama Provinsi Kalimantan Tengah,” harapnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*