INFO
Wacana Penutupan Lokalisasi di Kota Palangka Raya

Wacana Penutupan Lokalisasi di Kota Palangka Raya

xMEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah pusat melalui Dinas Sosial Kota Palangka Raya telah menargetkan bahwa pada tahun 2019, semua daerah di Indonesia harus bebas lokalisasi, bertempat di jalan Tjilik Riwut km.12, Kamis (4/7/2019).

Pengurus RT setempat, saat ditemui awak media center menyampaikan bahwa mereka sudah pernah mendapatkan sosialisasi dari Dinas Sosial dan mengenai penutupan lokalisasi tersebut, ungkap Purba, yang ditutup adalah bisnis prostitusinya, bukannya bisnis hiburan atau cafenya.

Dikatakan Purba, tempat ini sudah terbentuk pemukiman kurang lebih 80 kepala keluarga, “Kami taat saja apapun peraturan pemerintah” yang penting kami perlakukan dengan adil, karena kami juga warga Kota Palangka Raya, ujar Purba.

Menurut Purba, mereka juga berterima kasih kepada Dinas Kesehatan yang setiap minggu selalu melakukan cek kondisi kesehatan masyarakat disini, dan dinas-dinas lainnya juga seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata kota Palangka Raya.

Khusus Dinas Kesehatan tiap 3 bulan, warga lokalisasi yang sebagai “pekerja malam” diwajibkan periksa darah, apabila tidak mau melakukan pemeriksaan darah maka dikenakan denda 200 ribu. Dengan adanya sistem denda ini menjadi pemicu keaktifan “pekerja malam” untuk diperiksa darahnya, ujar Purba.

Hal yang dibanggakan menurut Purba yaitu kerukunan antar warga paling bagus, contohnya jika ada yang meninggal, tidak ada biaya yang keluarkan untuk pemakaman, semua ditanggung secara bergotong royong oleh masyarakat sini,” katanya. (MC Isen Mulang/Bambang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*