INFO

Wakil Walikota Palangka Raya Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba).

Pesan ini disampaikan Mofit saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan dengan tema “Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kerucut Polda Kalteng itu digagas oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/52017)

“Narkoba itu bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan dalam hal ini kepolisian, tetapi juga tanggung jawab kita semua untuk mencegah peredarannya. Kita semua harus siap membantu memberantas itu. Orang tua juga harus memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya,” kata Mofit.

Mofit membeberkan dampak buruk jika seseorang mengonsumsi obat terlarang. Jadi sudah seharusnya peredaran narkoba dan obat terlarang diperangi karena sudah sangat mengkhawatirkan bagi generasi penerus bangsa.

“Kita juga hampir setiap hari melihat di media, bagaimana kepolisian bahu membahu untuk menanggulangi peredaran narkoba. Anda bayangkan sendiri kalau di usia 12 tahun saja sudah mencoba-coba narkoba, efeknya ini panjang. Bisa 5 tahun kedepan, atau 10 tahun atau bahkan 20 tahun,” tuturnya.

Untuk itu Mofit mengajak semua pihak memerangi peredaran narkoba. Kuncinya, harus dimulai dari keluarga dan diri sendiri. Mengenai produk makanan yang dijual di pasaran, Mofit juga mengimbau agar masyarakat harus berhati-hati.

Dia mengingatkan membeli suatu produk jangan hanya tertarik dengan kemasan, warnanya, tapi harus diteliti bahwa produk itu benar-benar aman bila dikonsumsi.

“Produk yang aman pasti mencantumkan bahan-bahannya. Juga mencantumkan izinnya. Baik dari kementrian kesehatan, BPOM, MUI dan waktu kadaluwarsa. Apabila tidak ada dalam kemasan, tentunya anda perlu meragukan keamanan dari produk tersebut,” bebernya.

Sementara itu Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati berjanji akan terus memberikan sosialisasi terhadap masyarakat tentang bahayanya obat terlarang.

Ia kembali mengingatkan bahwa obat daftar G jenis zenith sudah dicabut izin edarnya. “Kami akan terus bekerjasama dengan aparat kepolisian dan lintas sektoral untuk mencegah peredaran obat illegal,” katanya. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*