INFO
Wakil Walikota Palangka Raya Ajukan Pleno Pengajuan RTRWK

Wakil Walikota Palangka Raya Ajukan Pleno Pengajuan RTRWK

MEDIA CENTER,Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya, Hj Umi Mastikah didampingi Kapala Bappeda, Kadis PUPR ,Ketua Pansus DPRD Kota Palangka Raya, telah menyampaikan pleno pengajuan RTRWK (Rencana Tata Ruang Wilayah Kota) Palangka Raya kepada Tim Badan Informasi Geospasial, di Ruang Rapat Tata Ruang dan Atlas Gedung F Lantai II Badan Informasi Geospasial Cibinong.

Hal tersebut disampaikan Bagian Protokol dah Komunikasi Setda Kota Palangka Raya dalam relisnya Rabu, (6/3/2019).

Disampaikan pleno pengajuan RTRWK tersebut adalah langkah konkret dan bentuk keseriusan Pemerintah Kota Palangka Raya unjuk  memberikan kepastian tentang tata ruang kota.

“Ini langkah keseriusan pemko bersama DPRD Kota Palangka Raya untuk menuntaskan persoalan RTRWK Palangka Raya, sehingga kelak iklim investasi di ‘Kota Cantik’ akan semakin terang dan tata ruang kota semakin jelas,”ujar Umi dalam kirimannya. 

Lebih lanjut disampaikan Umi, pemanfaatan ruang wilayah Kota Palangka Raya itu dilakukan melalui proses delineasi (batas-batas) kawasan kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan kawasan-kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan delineasi kawasan lindung.

Selain itu dalam prosesnya juga memperhatikan berbagai aspek yang dinilai memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk dan menciptakan struktur dan pola tata ruang wilayah kota yang terpadu. Yakni mempertimbangkan kecenderungan perkembangan pembangunan dan pengembangan Kota Palangka Raya saat ini.

Kemudian, memperhatikan wilayah administratif Kota Palangka Raya yang terdiri dari lima kecamatan dengan batas-batasnya serta cakupan luas wilayah dari masing-masing kecamatan tersebut, memperhitungkan keberadaan sistem-sistem pelayanan dan fungsi-fungsi kawasan yang ada di Kota Palangka Raya.

Selanjutnya,mempertimbangkan kondisi karakteristik alam dan geografis yang dimiliki serta aspek kependudukan, memperhatikan proyeksi pertumbuhan penduduk sampai dengan tahun 2029, memperhatikan kecenderungan investasi di bidang pertambangan dan pertanian di wilayah Kota Palangka Raya.

“Yang terpenting memperhatikan posisi dan peranan Kota Palangka Raya sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai Pusat Perkotaan Nasional, dan Pusat Simpul Transportasi Udara Nasional. Hal inilah  bagian dari alasan memperjuangkan RTRWK,”jelas Umi.(MC. Isen Mulang 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*