INFO
Walikota Palangka Raya Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD 2019

Walikota Palangka Raya Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD 2019

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan nota keuangan dan rancangan perubahan APBD 2019 pada Rapat Paripurna ke-10 masa sidang II Tahun Sidang 2019 di Ruang sidang Paripurna DPRD Kota Palangka Raya, Jumat (2/8/2019) pukul 19.00 WIB.

Di hadapan peserta rapat paripurna, walikota menyampaikan rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2019 yang diajukan ini, penyusunannya tetap menggunakan format anggaran sebagaimana yang diatur dalam  peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, sebagaimana telah diubah dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 21 tahun 2011  tentang perubahan kedua atas peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Dalam rapat paripurna ini walikota juga memaparkan realisasi pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019 sampai dengan per 30 juni 2019.

Secara garis besar disampaikan, anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Palangka Raya tahun anggaran 2019, terdiri dari anggaran pendapatan sebesar Rp1,15 triliun lebih dan anggaran belanja sebesar Rp1,17 triliun lebih sehingga terjadi defisit  sebesar Rp27 milyar lebih. Defisit dimaksud dapat ditutup dari anggaran pembiayaan, dimana anggaran pembiayaan netto sebesar Rp33 milyar lebih, yaitu selisih dari pembiayaan penerimaan sebesar Rp1,15 triliun lebih dan pembiayaan pengeluaran sebesar Rp.1,17 triliun lebih.

Pada per 30 juni 2019, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp561 milyar lebih atau 48,79% dibandingkan target sebesar Rp1,15 triliun lebih dan realisasi belanja dalam daerah per 30 juni  2019 sebesar Rp.329 milyar lebih, atau 27,99% dari plafond sebesar Rp.1,17 triliun lebih, dengan komponen belanja tidak langsung dan belanja langsung.

Melihat realisasi anggaran yang disampaikan khususnya pada sisi belanja daerah, masih belum memenuhi kondisi yang diharapkan, karena mestinya daya serap belanja per 30 juni 2019 ini sudah berkisar 40-50%, untuk itu diharapkan semua para pelaksana kegiatan harus bekerja keras sehingga anggaran tahun 2019 dapat realisasikan sebagaimana mestinya.

Sejalan dengan itu kualitas pekerjaan harus tetap menjadi perhatian dan dipertahankan sesuai ketentuan teknis yang telah ditetapkan dan menjadi komitmen bersama yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam merealisasikan anggaran, pungkas Fairid. (MC Isen Mulang/Usep/Fauji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*